Program Pemeliharaan


PROGRAM PEMELIHARAAN

  1. Pemeliharaan Breakdown
  2. Pemeliharaan Preventif
  3. Pemeliharaan Prediktif
  4. RCM
PEMELIHARAAN BREAKDOWN
  • Mode pemeliharaan  “operasi sampai rusak”.
  • Tidak ada tindakan pemeliharaan  sampai alat rusak.
  • Di Amerika Serikat (>55%).

Kelebihan:

  1. Biaya rendah
  • Untuk alat baru, tidak ada ongkos kerja dan biaya kapital sampai terjadi breakdown (periode saving money), padahal pada periode ini kita sedang memperpendek usia alat. Akibatnya pergantian komponen sering dilakukan.
  • Kegagalan alat utama bisa berakibat kegagalan alar sekunder. Oleh karena itu, muncul biaya pembelian komponen alat sekunder selain    komponen alat utama

2. Jumlah craftman sedikit

  • Pada periode saving money ongkos kerja
    minimal. Namun saat terjadi breakdown ongkos kerja perbaikan sangat tinggi karena kegagalan memerlukan perbaikan yang lebih ekstensif dibandingkan kalau alat tidak dioperasikan hingga gagal.
  • Perlu inventariasi suku cadang/komponen perbaikan dalam jumlah besar.
  • Jumlah craftman sedikit
  • Pada periode saving money ongkos kerja
    minimal. Namun saat terjadi breakdown ongkos kerja perbaikan sangat tinggi karena kegagalan memerlukan perbaikan yang lebih ekstensif dibandingkan kalau alat tidak dioperasikan hingga gagal.
  • Perlu inventariasi suku cadang/komponen perbaikan dalam jumlah besar.
Kekurangan:
  • Biaya tinggi karena downtime yang tidak terencana;
  • Biaya tenaga kerja bertambah, terutama saat overtime;
  • Biaya perbaikan atau pergantian alat;
  • Kemungkinan terjadi kerusakan alat sekunder atau kerusakan proses akibat kegagalan alat utama;
  • Pemakaian sumberdaya craftman yang tidak efisien

PEMELIHARAAN PREVENTIF

  • Tindakan yang dilakukan sesuai jadwal yang dibuat berdasarkan
    waktu atau operasi mesin yang aktivitasnya
    adalah mendeteksi, menghindari,
    atau mengurangi degradasi komponen atau sistem dengan tujuan memperpanjang
    umur manfaatnya melalui pengendalian
    degradasi sampai tingkat yang dapat diterima (atau mencegah kegagalan alat sebelum benar-benar
    terjadi).

Tujuan

  • Mempertahankan dan meningkatkan realibilitas alat dengan cara mengganti komponen yang aus sebelum gagal atau rusak;
  • Mencegah pemeliharaan tak terencana (breakdown).

Aktivitas

  • Memeriksa alat;
  • Menguji dan memperbaiki secara total
    atau sebagian pada periode tertentu,
  • Mengganti oli, pelumas, mengecat, membersihkan, mengatur dll.
  • Mengganti komponen minor.

Analog dengan servis berkala kendaraan bermotor.

PEMELIHARAAN PREVENTIF

Kelebihan:
  • Biaya kapital efektif;
  • Pengaturan periode pemeliharaan fleksibel;
  • Life cycle komponen meningkat;
  • Energi hemat (5%);
  • Kegagalan alat atau proses berkurang;
  • Biaya lebih rendah dibandingkan pemeliharaan breakdown (12% hingga 18%).
Kekurangan:
  • Kegagalan akibat bencana alam masih mungkin terjadi;
  • Melibatkan banyak craftman;
  • Mencakup pelaksaan pemeliharaan yang tidak diperlukan;
  • Berpotensi terjadi kegagalan insidental pada komponen ketika melakukan pemeliharaan yang tidak diperlukan
Sebaiknya dilakukan jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
  • Apabila laju kegagalan suatu komponen bertambah.
  • Apabila biaya total
    pemeliharaan preventif lebih kecil dari biaya keseluruhan pemeliharaan breakdown.
Tahapan:
  • Uji non-destruktif;
  • Inspeksi periodik;
  • Aktivitas pemeliharaan terencana;
  • Pemeliharaan untuk mengoreksi kegagalan yang ditemukan melalui pengujian dan inspeksi.
Persyaratan pemeliharaan preventif:
  • Dokumentasi pemeliharaan yang baik;
  • Saling pengertian antara departmen operasi dan departmen pemeliharaan;
  • Craftman yang berkualitas;
  • Program inspeksi yang baik;
  • Program pemeliharaan korektif yang baik;
  • Administrasi yang baik
Cara menurunkan biaya:
  • Downtime turun, breakdown sedikit;
  • Realibilitas meningkat, penggantian alat secara prematur terhindar;
  • Ongkos lembur berkurang,  pemanfaatan craftman lebih efektif karena bekerja sesuai jadwal;
  • Perbaikan rutin menghindari perbaikan berskala besar;
  • Ongkos perbaikan berkurang karena kegagalan sekunder berkurang. (Ketika komponen gagal, biasanya merusak komponen lain.)
  • Produk apkiran dan pekerjaan ulang berkurang karena kondisi alat yang lebih baik;
  • Identifikasi alat dengan biaya pemeliharaan berlebih, yang
    menunjukkan perlunya pemeliharaan korektif, pelatihan craftman, atau penggantian alat lama;
  • Kondisi keselamatan dan kualitas meningkat
Resiko:
  • Potensi timbulnya berbagai jenis kerusakan pada saat melakukan kegiatan pemeliharaan preventif.
  • Kesalahan manusia dan kerusakan dini komponen yang baru dipasang berakibat munculnya kegagalan lain pada peralatan tersebut.
Cakupan kesalahan manusia dan kerusakan pada alat:
  • Kerusakan pada alat yang berdekatan selama pemeliharaan.
  • Kerusakan pada alat yang sedang dipelihara
  • Kerusakan selama inspeksi, perbaikan pengaturan atau instalasi komponen pengganti;
  • Pemasangan bahan yang cacat;
  • Pemasangan komponen pengganti secara tidak benar;
  • Perakitan kembali secara tidak benar.
  • Timbulnya kembali kegagalan dini melalui pemasangan komponen atau bahan yang baru.
  • Kerusakan karena kesalahan pemasangan kembali alat ke lokasi asalnya.
Kunci keberhasilan:
  • Jadwal,
  • Prioritas;
  • Program penilaian kemajuan sehingga selesai sesuai jadwal;
  • Pelaksanaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: