Telat Terus, Terus Telat (Merubah Kebiasaan Buruk)


Budaya telat itu muncul ketika saya mulai kuliah, maklum lah anak kost terkadang hidupnya tidak teratur. Kadang beraktifitas yang berlebihan alias tidak tahu waktu. Sebelum kuliah, saya tinggal di rumah sendiri yang setiap pagi pasti ada yang membangunkan dari tidur sehingga terkadang menjadi sebuah kebiasaan bangun subuh atau bangun pagi.

Kebiasaan bangun pagi itu masih terbawa sampai kuliah hingga 6 bulan atau 1 semester saja, selanjutnya tidak teratur. Kebiasaan bangun pagi itu pun punah seiring dengan kebebasan yang di hirup oleh anak kost. Mau tidur jam berapa, bangun jam berapa, makan jam berapa, mandi jam berapa, bebas..! kapanpun kemanapun itu terserah kita sendiri asalkan dapat di pertanggungjawabkan.

Kebetulan pada masa kuliah saya sempat ikut forum-forum kajian yang terkadang berdiskusi sampai pagi dan siangnya telat berangkat kuliah. Selain itu, saya suka dengan kegiatan berkesenian khususnya seni musik. Sehingga setiap malam saya selalu ingin tahu dan mendalami music dari segi teori dan prakteknya yang di share dengan para musisi kampus yang sudah lebih senior.

Aktifitas itu berkelanjutan sampai saya bergabung dengan sebuah komunitas seni music yang mengusung music tradisional dan modern yang berujung pada seni music kontemporer. Adapun kegiatannya yaitu berlatih alat music dan berlatih membuat aransemen music yang selalu dilakukan ba’da isya sampai pukul 04.00 pagi. Setelah selesa shalat subuh saya tidur dan bangun kadang-kadang dzuhur. Lalu aktifitas kuliah? Di abaikan begitu saja.

Singkat cerita, saat ini saya bekerja di sebuah instansi yang mana menuntut saya untuk disiplin dalam bekerja. Dan yang selalu menjadi masalah dalam pekerjaan saya adalah terlambat atau telat masuk kantor. Masuk kantor paling lambat adalah pukul 08.00 tapi terkadang saya sering telat bukan 10 atau 15 menit tapi 1 jam.

Satu dua kali telat masih dianggap wajar oleh atasan, akan tetapi lama kelamaan itu menjadi kebiasaan yang buruk dan dapat membawa dampak buruk pula kepada profesionalitas saya sebagai pegawai.

Akhirnya saya dipanggil atasan dan di beri petuah dan sedikit ancaman akan diberi SP (surat peringatan). Sampai saat ini kebiasaan telat itu kadang masih saja tak bisa di rubah. Dan sebetulnya ingin sekali untuk membangkitkan kebiasaan bangun pagi, saya pun mengerti tentang bagaimana cara merubah pola hidup menjadi lebih baik, hanya saja untuk melakukan sebuah perubahan ada proses atau tahapan seperti halnya metamorfosa dan yakin terhadap diri sendiri.

Telat harus jadi tepat. Karena seorang penembak jitu adalah seorang yang pelurunya mengenai pada sasaran yang tepat. Saya pasti bisa menjadi penembak jitu itu dengan do’a dan usaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: