Quality, Tugas Siapa?


Copy write : managementfile – Quality) –

Perusahaan bisa saja mengimplementasikan proyek Six Sigma yang dipimpin oleh Champion. Namun, quality sebenarnya merupakan tanggung jawab dari seluruh karyawan.

Buruknya kualitas menjadikan perusahaan harus menanggung banyak biaya, disebut juga cost of quality:

• biaya untuk mencegah kualitas yang buruk

• biaya untuk mendeteksi masalah dalam kualitas

• biaya untuk memperbaiki masalah kualitas, sebelum sampai ke pelanggan

• biaya untuk memperbaiki masalah kualitas, setelah sampai di pelanggan

Itu adalah biaya-biaya langsungnya, biaya tidak langsungnya bisa jadi lebih banyak lagi. Kualitas yang buruk tentu mengakibatkan reputasi perusahaan jatuh.

Contohnya adalah seperti yang terjadi pada Toyota saat ini, yang melakukan jutaan recall akibat masalah pada kendaraannya. Dapat dipastikan bahwa Toyota banyak kehilangan potensi penjualan akibat reputasinya yang hancur.

Lalu quality sebenarnya tugas siapa? Apakah CEO? para manajer? Black Belt? tim Six Sigma?

Tanggung jawab implementasi proyek quality management mungkin dipegang oleh seorang pemimpin proyek (Champion). Namun, sebenarnya kualitas menjadi tanggung jawab bersama dari seluruh karyawan.

Pemimpin punya beberapa tugas utama dalam quality management. Pertama, yakni menciptakan quality culture. Kualitas harus menjadi bagian penting dari perusahaan. Pemimpin tidak bosan-bosannya menekankan ini kepada para karyawan.

Kedua, pemimpin juga perlu mengevaluasi secara periodik mengenai apakah kualitas yang diinginkannya sudah tercipta dengan baik. Metode ini disebut juga Genba` dimana pemimpin datang langsung ke lapangan untuk melihat proses produksi dan kualitas yang dihasilkan.

Pemimpin proyek quality management merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam menentukan metode dan langkah yang diambil dalam meningkatkan kualitas. Namun, yang nanti menjalankannya adalah seluruh karyawan.

Seluruh karyawan seharusnya berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas dengan menerapkan suggestion system. Disini, karyawan terlibat langsung dalam mengambil langkah-langkah konkrit yang dapat meningkatkan kinerja dan memperbaiki kualitas.

Intinya, kualitas adalah tanggung jawab dari seluruh karyawan. Meskipun ada pemimpin yang menggerakkan, namun pemimpin harus menekankan bahwa kualitas merupakan tanggung jawab karyawan dan mereka punya peranan besar dalam hal ini.
Tanpa kinerja yang bagus dar karyawan, maka kualitas yang bagus tidak akan tercapai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: