AUDIT SISTEM MANAJEMEN


Audit mempunyai makna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilakukan oleh seseorang atau sekelompok yang berkompeten, obyektif, dan tidak memihak dan bertujuan untuk memverifikasi bahwa subyek dari audit telah berjalan sesuai dengan standar, regulasi, praktek – praktek yang telah disetujui bersama.

Selain itu audit mempunyai beberapa pengertian yakni:

– suatu kegiatan untuk memeriksa atau menguji kesesuaian sistem secara sistematis guna menghasilkan suatu penilaian yang independen terhadap kebenaran & keandalan pelaksanaan aktivitas manajemen.

– alat untuk mengukur besarnya keberhasilan pelaksanaan dan penerapan sistem manajemen di suatu organisasi secara sistematik dan independen, guna membuktikan keefektifan sistem tersebut untuk mencapai tujuan sesuai dengan kebijakan organisasi.

– audit internal adalah sebuah kegiatan/proses yang sistematis, mandiri dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara objektif untuk menentukan tingkat pemenuhan organisasi terhadap kriteria audit sistem manajemen ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, SMK3, dll.

A. Tujuan Audit

Audit dilakukan dengan berbagai alasan kepentingan yakni untuk melihat proses kerja secara keseluruhan, memastikankesesuaian dengan standard, menilai efektivitas system manajemen, sertifikasi, dsb. Beberapa tujuan audit antara lain:

− Menentukan bahwa organisasi dapat mengembangkan dan mengimplementasikan sistem manajemen agar sesuai dengan persyaratan ISO 9001 atau ISO 14001, dan melihat efektifitas perbaikan berkelanjutan.

− Suatu kritik yang membangun terhadap auditee untuk selalu melakukan perbaikan yang terus menerus (continues improvement).

− Suatu aktivitas independen dalam menetapkan tujuan dan merancang aktivitas konsultasi yang bernilai tambah dan meningkatkan operasi organisasi.

− Memastikan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan dan mencari peluang peningkatan di segala aspek baik proses maupun sistem manajemen.

− Mengukur tingkat keefektivitasan sistem manajemen mutu dan lingkungan yang telah diterapkan atau melihat sejauhmana prinsip dan prosedur ISO dilaksanakan, dikerjakan dan dipatuhi secara konsisten.

B. Manfaat Audit

Banyak manfaat bila kita menerapkan sistem audit internal antara lain:

1) Organisasi dapat menilai kesesuaian sistem manajemen mutu atau lingkungan terhadap standar yang ditetapkan.

2) Menilai efektivitas penerapan, pemeliharaan dan penyempurnaan sistem manajemen.

3) Menilai pencapaian sasaran – sasaran yang telah ditetapkan.

4) Sebagai masukan untuk penyempurnaan dengan melakukan perbaikan berkelanjutan.

5) Menilai kesesuaian terhadap peraturan yang berlaku dan persyaratan lain yang ditetapkan (pelanggan).

6) Sebagai langkah persiapan (suveillance Audit).

7) Untuk mengevaluasi supplier (internal supplier-red).

8) Untuk memastikan kesesuaian antara sistem manajemen dengan pengaturan yang telah direncanakan dalam realisasi produk.

9) Untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Lingkungan sesuai dengan tuntutan standard dan persyaratan yang dikembangkan oleh organisasi.

10) Untuk menentukan dan menilai keefektifan pelaksanaan atas penerapan Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Lingkungan.

11) Sebagai suatu media untuk melakukan perbaikan (improvement).

12) Sebagai media untuk melakukan penilaian sendiri (Self Audit) sehingga akan menimbulkan corretive action dari Auditee.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: