10 Saran Terbaik Untuk Mengurangi Downtime


Writer : shiftindonesia.com

Mengapa Penanganan Down Time Penting?

Down time adalah sumber utama yang menyebabkan kehilangan produktifitas di sebagian besar manufaktur. Selain itu, penanganan down time bisa menjadi cara tercepat untuk memperoleh hasil perbaikan yang signifikan. Dengan menurunkan down time, perusahaan bisa memperoleh hasil signifikan berupa peningkatan produktifitas proses produksi.

Berikut adalah 10 saran terbaik untuk menurunkan down time.

1# Tanya: Mengapa terjadi Down Time?

Sangat penting untuk mengetahui alasan dan durasi dari setiap down time untuk membantu tim menetapkan fokus dan prioritasnya.  Mulailah dengan hal-hal sederhana, jangan lebih dari 25 penyebab down time yang menjadi fokus perbaikan. Namun pastikan setiap penyebab down time terdeskripsi dengan jelas, dan temukan simptom-simptom-nya (disamping usaha-usaha menemukan root cause). Cara mudahnya, temukan penyebab yang melatar-belakangi 10 losses terberat dalam proses manufaktur.

2# Fokus pada Constraint

Setiap proses manufaktur pasti memiliki constraint (hambatan atau bottleneck). Setiap constraint tersebut bisa menjadi titik tumpu untuk memperbaiki keseluruhan proses. Hitunglah down time pada constraint dan perbaiki constraint-nya. Sumber daya  harus fokus kepada perbaikan constraint yang memiliki dampak terbesar kepada throughput dan profitabilitas.

3# Tetapkan Matriks untuk Mendapatkan Perilaku yang Diinginkan

Matriks yang jelas dan terkomunikasikan dengan baik adalah sebuah alat yang powerful untuk mengatur perilaku karyawan (behavior). Perlakukan down time sebagai bagian dari KPI (Key Performance Indicator) dan terus tekankan pentingnya memperbaiki down time. Karyawan akan menyukai kesempatan untuk mendapat penghargaan, walaupun hanya penghargaan kecil saja. Karena itu, sangat disarankan untuk membuat target SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant and Time-Specific) dan berilah penghargaan kepada karyawan yang berhasil memenuhinya.

4# Visualisasikan Down Time

Buatlah visualisasi down time yang jelas untuk mengindikasikan kapan lini mengalami down, dan berikan tanda pada gambaran visual tersebut jika lini tetap down untuk periode waktu tertentu. Latihlah tim untuk bereaksi cepat ketika terjadi down, dan buat level tanggung jawab untuk tingkat kesulitan penanganan masalah (misalnya, masalah ini bisa ditangani operator, masalah yang lebih sulit harus ditangani supervisor, atau bahkan manajer). Tujuannya adalah mencegah masalah kecil menjadi bencana besar.

#5 Lakukan Perbaikan Cepat (Quick Fix) dengan Segera, atau pilih 100-Year Fixes

Berikut adalah dua cara menghindari kerugian akibat down time:

  • Quick Fix – Lakukan perbaikan cepat dengan segera, yang bisa dikerjakan tanpa bantuan pihak luar.
  • 100-Year Fix – Lakukan eskalasi masalah yang membutuhkan sumber daya outsource untuk sisi teknis atau manajemen untuk melakukan perbaikan yang permanen.

#6 Lakukan 3S Blitz

Lingkungan kerja yang bersih dan teratur akan menciptakan kondisi yang menunjang perbaikan proses dan kinerja mesin. Karena itulah 5S dijadikan sebagai salah satu pondasi TPM. 3S adalah salah satu versi “mini” dari 5S, yaitu aktifitas yang fokus kepada Sorting (eliminasi segala hal yang tidak dibutuhkan), Set in Order (organisir semua hal yang perlu), dan Shine (bersihkan dan lakukan inspeksi mesin dengan teratur).

#7 Lakukan Maintenance Blitz

Setiap peralatan dan mesin terdiri atas beberapa part kecil yang dapat menyebabkan kerusakan, khususnya jika mereka telah usang. Pastikan semua part berada dalam kondisi baik dan ganti setiap part yang sudah tidak layak pakai.

#8 Tandai untuk Mengingat Pengaturan Optimal Mesin

Setting atau pengaturan mesin seringkali diubah atau disesuaikan oleh operator, supervisor atau teknisi. Semakin banyak pengaturan yang diubah, semakin jauh dari pengaturan yang optimal dan seringkali inilah yang kerap menyebabkan down time. Tentukan dan tandai pengaturan optimal mesin agar mesin selalu bisa diatur ulang ketika telah banyak mengalami modifikasi.

#9 Lakukan Peninjauan Berkala

Tempatkan papan tulis dekat area produksi. Papan tulis ini menjadi tempat Anda mencatat data kinerja, down time, dan efek dari down time. Setiap jam, lakukan tinjauan dan catatlah kinerja, down time yang paling merugikan, yang terjadi di jam sebelumnya. Lalu buatlah aksi perbaikan yang akan dilakukan pada jam berikutnya. Inilah versi sederhana dari Short Interval Control yang biasa diterapkan pada proses manufaktur.

#10 Ubah Hanya Satu Hal dalam Satu Waktu

Lakukan hanya satu perbaikan dalam satu waktu. Ketika menangani down time, seringkali leader mencoba untuk melakukan banyak perubahan sekaligus dalam satu waktu, tanpa menganalisa dampak yang ditimbulkan terhadap mesin.  Melakukan banyak perubahan sekaligus akan membuat Anda lebih sulit mendiagnosa masalah dan mengevaluasi efektifitas solusi yang dilakukan.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: