Kalkulasi OEE dan TEEP


Writer : Shiftindonesia.com

Kali ini kita akan membahas mengenai Metriks OEE dan TEEP, serta bagaimana cara melakukan kalkulasinya. Kalkulasi ini sebenarnya tidak sulit, hanya dibutuhkan ketelitian dan kejelian akan standar yang diterapkan sebagai dasar perhitungan. Kalkulasi tersebut juga berlaku di area kerja tertentu, namun akan menjadi lebih kompleks jika diterapkan di seluruh area.

Overall Equipment Effectiveness (OEE)

OEE membagi pekerjaan dari unit manufaktur menjadi tiba bagian yang terpisah namun terukur, yaitu Availability, Performance dan Quality. Setiap komponen merujuk kepada aspek proses yang dapat diimprovisasi. OEE dapat diaplikasikan untuk masing-masing Work Center, namun dapat juga diberlakukan di level departemen atau plant. Tool ini memungkinkan kita mendapatkan analisa yang spesifik mengenai berbagai parameter seperti Part Number, Shift, atau parameter lainnya.

Sebenarnya tidak mungkin suatu proses manufaktur mencapai OEE 100%. Banyak industri manufaktur menentukan target OEE 80%, sebuah angka yang menantang namun masih sangat mungkin dicapai.

Kalkulasi: OEE = Availability x Performance x Quality

Contoh:
Sebuah Work Center mengalami…
Tingkat Availability 86.7%
Performa work center 93.0%
Kualitas kerja work center 95.0%
OEE = 86.7% Availability x 93.0% Performance x 95.0% Quality = 76.6%

Total Effective Equipment Performance (TEEP)

Ketika OEE mengukur efektifitas produksi berbasis kepada waktu yang terjadwal, TEEP mengukur efektifitas berdasarkan waktu kalender (Calendar Time), seperti 24 jam sehari, 365 hari pertahun… Karena itulah TEEP memungkinkan kita untuk mengetahui ‘bottom line’ dari utilisasi aset.

Kalkulasi: TEEP = Loading x OEE

Contoh:
Sebuah Work Center mengalami…
OEE 34.0%
Work Center loading 71.4%
TEEP = 71.4% Loading x 34.0% OEE = 24.3%
Cara perhitungan lainnya adalah dengan mengalikan empat matriks:
TEEP = Loading x Availability x Performance x Quality

Loading

Loading dalam TEEP merepresentasikan presentasi waktu dimana sebuah operasi dijadwalkan, dibandingkan dengan Calendar Time total yang tersedia. Perhitungan Loading adalah sebuah pengukuran yang murni dari Schedule Effectiveness dan tidak mempertimbangkan efek baik atau buruk dari performa operasional.

Kalkulasi: Loading = Scheduled Time / Calendar Time

Contoh:
Sebuah Work Center dijadwalkan untuk berjalan 5 hari per-minggu, 24 jam per-hari.
Dalam suatu minggu, Total Calendar Time adalah 7 hari, masing-masing 24 jam.
Loading = (5 hari x 24 jam) : (7 hari x 24 jam) = 71.4%

Availability

Availability dalam OEE merepresentasikan presentase waktu terjadwal dimana operasi/produksi dapat dilakukan. Perhitungan Availability adalah pengukuran murni atas Uptime dan tidak memperhitungkan efek Quality, Performance dan Scheduled Downtime Events.

Kalkulasi: Availability = Available Time / Scheduled Time

Contoh:
Sebuah Work Center dijadwalkan untuk berjalan selama 80 jam (480 menit) shift.
Shift yang normal adalah 30 menit termasuk waktu istirahat ketika Work Center diperkirakan mengalami downtime.
Work Center tersebut mengalami downtime tak-terprediksi selama 60 menit.
Scheduled Time = 480 menit – 30 menit waktu istirahat = 450 menit
Available Time = 450 menit terjadwal – 60 menit downtime tak-terjadwal = 390 menit
Availability = 390 menit Availabe Min : 450 Scheduled Min = 87%

Performance

Performance dalam OEE merepresentasikan kecepatan (speed) dari Work Center dalam melakukan produksi, yang dinyatakan dalam bentuk presentase terhadap kecepatan yang seharusnya (designed speed). Matriks Performance murni menghitung kecepatan tanpa mempertimbangkan efek dari Quality dan Availability.

Kalkulasi:  Performance = (Parts Produced * Ideal Cycle Time) / Available Time

Contoh:
Sebuah Work Center dijadwalkan untuk berjalan selama 8 jam (480 menit) shift dengan waktu break 30 menit.
Available Time = 450 menit terjadwal – 60 menit downtime tak-terjadwal = 390 menit
Jumlah rata standar dari barang yang diproduksi adalah 40 unit/jam atau 1,5 menit/unit.
Work Center tersebut memproduksi 242 Total Unit selama shift berlangsung. Catatan: yang menjadi dasar perhitungan adalah Total Unit terproduksi, bukan Good Unit (unit terproduksi sempurna). Matriks Performance tidak mempertimbangkan aspek Quality.
Waktu untuk memproduksi = 242 unit x 1,5 menit/unit = 363 menit.
Performance = 363 menit : 390 menit = 93.0%

Quality

Quality dalam OEE merepresentasikan Good Unit yang diproduksi sebagai presentase dari Total Unit Started. Matriks Quality adalah perhitungan murni akan Process Yield yang dirancang tanpa mempertimbangkan Availability dan Performance.

Kalkulasi: Quality = Good Units / Units Started

Contoh:
Sebuah Work Center memproduksi 230 Good Units selama shift berjalan.
242 Unit (Total Unit Started) diproduksi untuk mencapai produksi 230 Good Units
Quality = 230 Good Units : 242 Units Started = 95.0%

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: