10 PERMASALAHAN TENTANG BILL OF LADING


Oleh : Antoni Tampubolon

Bill of lading adalah dokumen yang diterbitkan oleh pengangkut (carrier) dan atau freight forwarder kepada sipengirim barang (shipper) pada saat mengangkut barang.

Ada 3 (tiga) fungis dari Bill of Lading :
1. Sebagai tanda bukti penerimaan barang oleh pengangkut untuk diangkut, yaitu: nama si pengirim tertera dalam kolom shipper.
2. Kontrak Pengangkutan, antara carrier , shipper dan consignee, dikenal dengan perjanjian unilateral Perjanjian pengangkutan hanya ditanda tangani oleh pihak pengangkut saja.
3. Bukti kepemilikan barang ( orang yang memegang B/L adalah pemilik barang) yaitu : nama si penerima barang tertera dalam kolom consignee.

Terdapat 10 (Sepuluh) permasalahan tentang Bill of Lading yang sering muncul, yaitu :
1. B/L yang sudah diambil shipper/customer hilang dan minta ganti ke shipping line
2. Data B/L tidak sama dengan L/C
3. Backdate tanggal B/L
4. Pemalsuan B/L oleh cnee (kasus inbound)
5. B/L rusak karena suatu hal
6. B/L sudah release, tapi dibalikin oleh shipper/customer ke shipping line karena ada yang salah
7. B/L tidak diambil2 oleh shipper
8. Alih tujuan container sedangkan B/L sudah release
9. Data submit ke customs, beda dengan data B/L yang release
10. Split B/L

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: